Safrizal Berkunjung ke Huntara Jamur Ujung, Fatmawati Tersanjung

Safrizal Berkunjung ke Huntara Jamur Ujung, Fatmawati Tersanjung
Safrizal Berkunjung ke Huntara Jamur Ujung, Fatmawati Tersanjung

Redelong– Ketika Safrizal tiba di huntara Jamur Ujung, hujan deras mengguyur. Sembari berpayung, Safrizal mengunjungi bilik-bilik huntara.

Kamis siang, 16 April 2026, Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Dr. Safrizal ZA, didampingi Wakil Bupati Bener Meriah Ir. H. Armia, serta Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Safriadi, tiba di huntara tempat penempatan 89 KK warga Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam. Huntara yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut dibangun di Desa Wonosobo, Wih Pesam.

Rombongan Safrizal disambut oleh Reje (kepala desa) Wonosobo, Sugiman. Sembari masing-masing berpayung, mereka beruluk salam di bawah guyuran hujan.

Safrizal menanyakan kondisi warga Jamur Ujung yang menghuni huntara di Wonosobo. Sugiman mengatakan para pengungsi dalam kondisi sehat. Pihak desa ikut memberikan perhatian.

Melihat tidak banyak penghuni huntara yang berada di tempat, Safrizal bertanya, kemana gerangan mereka? Sugiman mengatakan, umumnya mereka sedang bekerja sebagai pemetik kopi di kebun-kebun warga di sekitar Wonosobo, atau di tempat lain.

“Alhamdulillah. Saya acungi jempol atas etos kerja warga Bener Meriah. Mereka memang terkenal rajin, ramah, dan sabar, “ kata Safrizal sembari tersenyum lebar ke arah Sugiman. Sang reje membalas senyum sambil mengangguk.

Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, kemudian melangkahkan kaki, menuju bilik-bilik huntara. Dia bercengkrama dengan seorang ibu rumah tangga yang sedang mengatur barang-barang keluarga.

Kemudian Safrizal bertandang ke bilik Fatmawati, perempuan berusia 66 tahun, beranak tiga, dan baru-baru ini ia menyandang status janda. Suami tercinta telah berpulang ke haribaan Ilahi beberapa waktu lalu karena sakit.

“Kenal Pak Sukarno? “ canda Safrizal sembari tersenyum ke arah Fatmawati.

“Saya yang jahit bendera merah putih, “ Jawab Fatmawati dengan tawa merekah. Semua yang ada di situ pun ikut tertawa. Di balik penampilannya yang sangat bersahaja, ternyata Fatmawati paham sejarah kemerdekaan Indonesia.

Fatmawati mengucapkan Terima kasih kepada Dr. Safrizal yang telah menjenguk dirinya di huntara.

“Terima kasih, Bapak. Telah menjenguk kami di sini. Kami sangat bersyukur, “ Kata Fatmawati sembari menerima bantuan peralatan dapur yang diserahkan Safrizal.

Usai beramah tamah dengan Fatmawati, Safrizal menyampaikan seluruh KK yang menghuni huntara mendapatkan bantuan peralatan dapur.

Dia juga mengecek kepastian lahan untuk pembangunan hunian tetap.

Menurut data yang disajikan Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah yang diserahkan kepada Wakil Bupati Bener Meriah, di kabupaten tersebut terdapat empat lokasi pembangunan hunian tetap komunal. Satu titik di Blang Rakal, Pintu Rime Gayo, akan dibangun di atas tanah yang dihibahkan oleh Dinas Pertanian Aceh. Tiga titik lagi akan dibangun di atas tanah yang dihibahkan oleh Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar.

Hasil verifikasi dan validasi tahap I, di Bener Meriah rumah dengan status rusak ringan berjumlah 118 unit. Rusak sedang 84 unit, rusak berat 807 unit.

Dari kategori rusak berat tersebut, 97 unit akan dibangun insitu, relokasi mandiri 617 unit, dan relokasi terpusat 93 unit.

Untuk tahap II yang belum dilakukan verifikasi, sampai dengan saat ini data yang telah masuk berjumlah 522 unit.

Safrizal mengatakan saat ini status Aceh masih transisi darurat. Setelah memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi, pembangunan huntap dan fasilitas publik lainnya akan dipacu sesuai dengan rencana induk (renduk) yang telah disusun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *