Jakarta- Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan, melalui Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, menyelenggarakan pelatihan mengenai penyusunan dokumen perencanaan dan anggaran bagi Sub Urusan Kebakaran di berbagai daerah. Acara berlangsung selama tiga hari di Hotel Orchard Jayakarta, Jakarta, dimulai pada Selasa (26/3/2024), sebagai langkah konkret dalam upaya meningkatkan standar pelayanan pemadam kebakaran di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Danang Insita Putra, ST, M. Si (Han), Ph.D, Kasubdit Standardisasi Tata Operasional dan Sumber Daya Manajemen Penanggulangan Kebakaran, yang mewakili arahan dari Plh. Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Pramudya Ananta Boga, S.Sos., M.Si, menekankan perlunya pembahasan lebih lanjut untuk mengintegrasikan program/kegiatan Sub Urusan Kebakaran ke dalam dokumen perencanaan dan anggaran.
“Forum ini kami anggap sebagai wadah untuk berdiskusi bersama mengenai isu-isu terkait perencanaan dan alokasi anggaran Sub Urusan Kebakaran, dengan tujuan mencapai hasil yang lebih optimal,” ungkapnya.
Tema utama kegiatan ini adalah Integrasi kebijakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam perencanaan dan anggaran daerah, serta teknis penyusunan dokumen perencanaan dan anggaran dalam penerapan SPM Sub Urusan Pemadam Kebakaran.
Danang menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya dalam pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR), sebagai bagian dari strategi pencegahan kebakaran. Dengan keberadaan REDKAR di berbagai tingkatan, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pelaksanaan Sub Urusan Kebakaran dan pencapaian standar pelayanan minimal.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Kabupaten/Kota, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas Sub Urusan Kebakaran di Kabupaten/Kota, serta perwakilan dari Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran dari Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan di Kemendagri.












