Penjurunkri.com-Meta sedang menjalani uji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna Threads untuk melihat jenis percakapan yang sedang tren di platform. Mark Zuckerberg, CEO Meta, telah membagikan tangkapan layar di thread yang menunjukkan bahwa aplikasi tersebut telah memulai pengujian fitur “Today’s Top Topics” di AS.
Menurut Meta, fitur ini akan menampilkan topik yang sedang dibicarakan oleh pengguna lain dan akan muncul dalam hasil pencarian serta disisipkan di antara postingan di feed For You. Adam Mosseri, kepala Instagram, menyatakan bahwa tren spesifik akan ditentukan oleh sistem kecerdasan buatan mereka berdasarkan diskusi pengguna di threads.
BACA JUGA: Daftar Orang Terkaya di Dunia Rilis, Elon Musk Menjadi Peringkat Pertama
Penting untuk dicatat bahwa rangkaian pesan tersebut menunjukkan tren terkait politik dan pemilu, meskipun perusahaan sebelumnya mengumumkan bahwa mereka tidak lagi secara otomatis menyarankan konten politik kecuali jika pengguna memilih untuk mengikuti. Meta telah mengonfirmasi bahwa pembatasan ini tidak berlaku untuk fitur trending mereka, dengan mengatakan bahwa konten politik dapat menjadi topikal dan akan dihapus hanya jika melanggar pedoman komunitas atau kebijakan integritas lainnya.
Penambahan fitur Trending Topics merupakan respons atas permintaan pengguna Threads selama bertahun-tahun. Meskipun sebelumnya terlihat dalam versi karyawan aplikasi, Meta belum menegaskan apakah fitur tersebut akan diluncurkan secara lebih luas karena Mosseri menginginkan untuk menghindari percakapan yang terlalu politis atau berita yang memprovokasi.
Fitur ini akan mengandalkan AI untuk menentukan sebagian besar hal yang muncul, tetapi Meta akan memilih “topik yang penting”. Tim “pakar konten” akan memastikan bahwa topik-topik tersebut sesuai dengan pedoman komunitas dan tidak bersifat duplikat, tidak pantas, atau menyesatkan.
Saat ini, fitur Top Topics of the Day hanya dalam tahap uji coba kecil, tetapi Zuckerberg menyatakan bahwa akan diperluas ke negara dan bahasa tambahan seiring perkembangannya. Fitur serupa sebelumnya telah menjadi fitur utama di platform media sosial lain, seperti X (dulu bernama Twitter) milik Elon Musk, di mana topik yang lebih sering disebutkan dapat menjadi trending karena upaya bersama pengguna atau peristiwa tertentu. Inovasi ini menunjukkan komitmen Meta dalam memperluas pengalaman pengguna dan menjaga relevansi platform mereka dalam menghadapi kebutuhan informasi real-time yang semakin meningkat di era digital ini.












